Saturday, April 2, 2016

Biaya Pendaftaran SBMPTN 2016 Naik 100%

Calon Mahasiswa Baru saat mengantri pendaftaran ulang. (dok. Profesi)Tahun ini, biaya Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) meningkat 100%. Dilansir dari laman resmi sbmptn.or.id, biaya seleksi yang dibebankan ke peserta dari 100 ribu rupiah meningkat menjadi 200 ribu rupiah.
Seperti tahun sebelumnya, pembayaran masih dapat dilakukan di  Bank Mandiri atau Bank BNI. Jangan lupa, sebelum membayar, peserta terlebih dahulu harus registrasi online di http://pendaftaran.sbmptn.ac.id
Peserta SBMPTN dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dan mempunyai prestasi akademik tinggi dapat mengikuti SBMPTN tanpa dibebani biaya, tetapi dibiayai melalui dana bantuan biaya pendidikan Bidikmisi.(*)

Kunci Utama Lulus Seleksi Beasiswa

Ilustrasi: ShutterstockSaat ini, peluang beasiswa, baik di dalam maupun luar negeri, kian terbuka lebar. Namun, para pemburu beasiswa juga kian banyak sehingga persaingan makin ketat.
Bagi salah satu penerima beasiswa dari Pemerintah Jepang, Hayu Sayektiningati,salah satu kunci dalam mendapatkan beasiswa adalah pantang menyerah.
"Jangan sampai menyerah. Banyak teman saya yang dulunya pernah gagal dalam meraih beasiswa," ujarnya.
Wanita berjilbab itu bercerita, beberapa temannya pernah tiga kali mencoba seleksi beasiswa namun selalu gagal. Meski demikian, semangat pantang menyerahnya membuat mereka akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa tersebut.
"Tidak mudah untuk lulus seleksi untuk mendapatkan beasiswa," ujarnya.
Ketika berburu beasiswa, kata Hayu, dia meluangkan waktu untuk menyiapkan semua keperluan seleksi. Hayu sendiri sempat gagal dua kali sebelum akhirnya menembus rangkaian seleksi beasiswa dari Pemerintah Jepang tersebut. Kini, alumnus London School Public Relations (LSPR) tersebut akan segera mengenyam pendidikan magister di University of Tokyo.
"Sebenarnya tidak ada ukuran ideal berapa lama yang dibutuhkan untuk persiapan meraih beasiswa. Tapi yang pasti, semakin lama melakukan persiapan, maka semakin baik," tandasnya

Penerima Bidikmisi Harus Tetap Berprestasi

Mahasiswa Bidikmisi harus terus berjuang mengukir prestasi. (Foto: dok. UGM)JAKARTA - Bidikmisi telah menjadi program beasiswa pemerintah yang diincar banyak calon mahasiswa Indonesia. Para penerimanya pun dikenal gigih dalam mencetak beragam prestasi.
Dalam kegiatan pembinaan, pengarahan, serta sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Universitas Gadjah Mada (UGM), belum lama ini, Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr Senawi MP mengingatkan agar para mahasiswa penerima beasiswa ini terus berjuang untuk mengukir prestasi sebaik mungkin.
"Kesuksesan bukan monopoli orang kaya, kesuksesan bukan monopoli orang kota, kesuksesan adalah milik kita yang berjuang!" ujarnya, seperti dinukil dari laman UGM, Jumat (1/4/2016).
Sementara itu, di hadapan sekira 2.500 mahasiswa peserta kegiatan, Kasubdit PKM, Ahmad Agus Setiawan juga menyampaikan pentingnya mahasiswa untuk terus mengembangkan diri dan aktif dalam meraih prestasi. Salah satunya melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini.
"Penerima Bidik Misi merupakan mahasiswa-mahasiswa pilihan. Karena itu, mari manfaatkan semua fasilitas yang tersedia di UGM untuk terus berprestasi," imbuhnya.
Salah satu mahasiswa berprestasi UGM 2013, Birrul Qodriyah yang juga penerima Bidikmisi turut menceritakan pengalamannya saat menjadi mahasiswa UGM. Birrul merupakan alumnus Fakultas Kedokteran (FK) UGM.
"Saya berharap, mahasiswa penerima Bidikmisi benar-benar dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini," tukasnya

ITB Masuk 500 Besar Kampus Terbaik Dunia

Kampus ITB. (Foto: Dok. ITB)JAKARTA – Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Tanah Air. Lulusan kampus ini laris di dunia kerja, sedangkan berbagai penelitiannya kerap menjadi juara di berbagai ajang, baik tingkat nasional maupun internasional.
Kiprah ITB di dunia pendidikan ternyata juga diakui secara global. Baru-baru ini, berdasarkan QS World University Ranking 2016, ITB berhasil masuk 500 besar kampus terbaik di dunia, yakni berada pada urutan 431. Pencapaian ini sekaligus menjadi kado ulang tahun ke-57 karena sebelumnya ITB hanya berada di peringkat 461.
"Pada usia ke-57 ini ITB terus berupaya untuk masuk 500 institusi pendidikan terbaik dunia. Pencapaian ini sejalan dengan target yang ditetapkan oleh Kemenristekdikti agar ada perguruan tinggi Indonesia yang masuk dalam 500 besar perguruan tinggi dunia," ucap Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum ITB, Dr Miming Miharja, seperti disitat dari laman resmi ITB, Kamis (31/3/2016).
Selain naik peringkat, ITB juga menempati tiga bidang studi elite dunia. Posisi terbaik diraih bidang studi mechanical, aeronautical, and manufacturing engineering yang menenpati ranking 201–300. Selanjutnya pada bidang electrical, engineering, and electronics, ITB menempati ranking 252. Sedangkan di bidang computer science and information systems, ITB menempati ranking 401–450.
"Hal ini tidak terlepas dari alumni yang menyumbang prestasi berdasarkan penilaian pengguna. ITB pada Wisuda II 2015–2016 ini akan melepas 88 doktor, 769 magister dan 593 sarjana. Pelepasan alumni baru ini diupayakan dapat kembali menyumbang prestasi bagi ITB," imbuhnya.
Di Asia, saat ini ITB berada pada posisi 122 dari tahun sebelumnya di posisi 125. Menurut Miming, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras civitas akademika ITB yang secara konsisten terus menghasilkan penelitian-penelitian terkini.
Melalui pusat-pusat penelitiannya, ITB telah melakukan berbagai penelitian inovatif, mulai bidang energi terbarukan, teknologi informasi dan komunikasi, perencanaan kota dan infrastruktur, industri kreatif/produk kebudayaan dan lingkungan, hingga nanosains dan teknologi nano