Friday, December 12, 2014

Investor Takut Ambil Risiko

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Tingkat risiko para investor tampaknya menurun akibat berita-berita yang kurang kondusif di pasar keuangan global. Para investor melepaskan saham dan mencari instrumen investasi yang lebih aman. Pasar saham di kawasan Asia kembali merosot pada perdagangan Kamis (11/12) ini. Harga minyak juga tidak mampu bertahan dan terus menurun.
Sementara nilai tukar dollar Amerika Serikat melemah dibandingkan yen dan euro setelah imbal hasil obligasi AS menurun. Sementara itu, di dalam negeri, investor menantikan keputusan tentang suku bunga acuan atau BI Rate.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,2 persen. Penurunan harga minyak juga tidak dapat terbendung. Harga saham-saham energi di Wall Street terseret turun sehingga membuat indeks melemah.
Saham termasuk instrumen investasi yang berisiko tinggi. Berita-berita buruk pada pasar saham membuat investor mengalihkan dananya pada instrumen lain yang berisiko lebih rendah, seperti obligasi dan pasar surat utang. Investor dari negara berkembang juga keluar sementara, mengantisipasi kenaikan tingkat suku bunga di AS.
Harga minyak mentah global turun lagi 5 persen setelah data menunjukkan bahwa permintaan minyak di AS melemah, sementara Arab Saudi tidak berniat memangkas produksinya.
Harga minyak Brent, yang menjadi patokan, turun lagi 3,9 persen menjadi 64,24 dollar AS per barrel. Harga itu merupakan yang terendah sejak Juli 2009. Sementara harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun lagi 4,5 persen menjadi 60,94 dollar AS per barrel.
Pejabat Iran memperingatkan bahwa harga minyak dapat turun menjadi di bawah 40 dollar AS per barrel jika persatuan di Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) terpecah. Harga obligasi yang diterbitkan negara- negara pengekspor minyak ikut turun bersamaan dengan penurunan harga minyak.
Di pasar saham, indeks Nikkei Tokyo juga melempem 1,6 persen berbalik menjauh dari titik tertinggi dalam 7,5 tahun terakhir yang dicapai pada awal pekan ini. Penguatan kurs yen terhadap dollar AS tampaknya belum berakhir. Dollar AS menurun 0,1 persen menjadi 117,610 yen.
”Pasar ekuitas sedang mencari keseimbangan baru setelah sebelumnya mencapai posisi tertingginya. Artinya, ada pelemahan dalam jangka pendek ini,” ujar strategis di Barclay dalam catatannya kepada para nasabah.

Sumber: 
http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/12/12/investor-takut-ambil-risiko

Kembali ke Kurikulum 2006, Kemdikbud Sarankan Tak Perlu Beli Buku Baru

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hamid Muhammad, menyarankan semua peserta didik tidak perlu membeli buku baru saat sekolahnya kembali menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP/kurikulum 2006). Menurut Hamid, buku-buku KTSP seharusnya masih disimpan di perpustakaan sekolah.
"Buku KTSP itu seharusnya ada di perpustakaan sekolah, dipakai itu saja, jangan beli lagi. Lalu bisa menggunakan buku bekas kakak kelas, kakak kandung, yang pernah belajar di tempat yang sama. Kita sarankan seperti itu," kata Hamid, di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Kamis (11/12/2014).
Hamid menjelaskan, pengadaan buku KTSP berbeda dengan buku Kurikulum 2013 yang disediakan oleh pemerintah. Untuk KTSP, tiap guru menyusun silabusnya sendiri, dan berimplikasi pada kewajiban guru menyiapkan bahan ajarnya menggunakan buku yang dibuatnya.
Sementara pemerintah, kata Hamid, hanya ikut membantu mengganti buku-buku yang rusak atau hilang melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS). Penggunaan dana BOS untuk buku itu diatur oleh pemerintah daerah atau dinas pendidikan yang kemudian diteruskan ke tiap sekolah penerimanya.
"Setiap tahun, buku (KTSP) yang rusak dan hilang diganti dengan dana BOS. Kita enggak pernah berikan penyiapan buku kecuali melalui (dana) BOS buku itu," ujarnya.
Sebelumnya, Mendikbud Anies Baswedan mengatakan bahwa nasib buku-buku Kurikulum 2013 yang telah dicetak, akan disimpan dengan baik di sekolah. Buku-buku itu dapat digunakan jika nanti Kurikulum 2013 kembali diterapkan.
"Buku yang sudah dicetak disimpan di sekolah. Kalau kita lakukan ini dengan baik, buku disimpan, ketika insya Allah kita jalankan lagi bisa dipakai," ujarnya.
Anies menginstruksikan sekolah yang belum menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester untuk kembali ke Kurikulum 2006. Sementara itu, sekolah yang telah menjalankan selama tiga semester diminta tetap menggunakan kurikulum tersebut sembari menunggu evaluasi dari pihak berwenang.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyatakan kecewa dengan keputusan Anies. Ia menganggap kebijakan menghentikan Kurikulum 2013 merupakan sebuah kemunduran.
Sumber:
http://edukasi.kompas.com/read/2014/12/11/15232331/Kembali.ke.Kurikulum.2006.Kemdikbud.Sarankan.Tak.Perlu.Beli.Buku.Baru

Thursday, December 11, 2014

Harapan Ketua Umum HIMA AKSI Periode 2014-2015


assalamualakum wr. wb
saya MUHAMMAD FACHRI RISAL selaku ketua umum HIMA AKSI FE UNM periode 2014-2015, berharap lembaga akuntansi yaitu Himpunan Mahasiswa Pend. Akuntansi (HIMAPSI), Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMA AKSI), Himpunan Mahasiswa Akuntansi DIII (HIMADIPA) tetap eksis, dan dikenal oleh banyak orang,
dan tetap bersatu sebagai mana yang diajarkan oleh senior-senior dari dulu, tetap jaga yang namanya persaudaraan, solidaritas, dan kesatuan. HIDUP AKUNTANSI !!!!!!

Indonesia Tourism Investment Day 2014 Bukukan Investasi Rp 910 Miliar


MedanBisnis - Jakarta. Acara Indonesia Tourism Investment Day 2014 mampu meraup investasi mencapai Rp 910 miliar. Perusahaan sudah berkomitmen menanamkan modalnya di sektor pariwisata Indonesia.
Demikian dikemukakan Franciscus 'Franky' Sibarani, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dalam acara konferensi pers Indonesia Tourism Day 2014 di Hotel Dharmawangsa, Jakarta.

"Dalam konteks peningkatan investasi, pertemuan hari ini sangat menunjukkan peningkatan upaya itu. Tentu kami sangat mendukung dengan adanya penandatanganan hari ini, dan bagaimana ke depannya," papar Franky.

Sejumlah komitmen investasi yang terjadi adalah:

Total investasi mencapai 910 miliar.

"Target pariwisata untuk ke depannya kita bikin double. Sumbangan ke PDB (Produk Domestik Bruto) dari 4% ke 8%, devisa dari Rp 120 triliun ke Rp 240 triliun, juga wisatawan asing 20 juta pada 2019," jelas Arief Yahya, Menteri Pariwisata.

Menurut Arief, target 20 juta wisatawan asing mungkin terdengar ambisius. Namun dia menegaskan, hal ini juga bisa menjadi motivasi. Pasalnya, target 20 juta masih lebih rendah dibandingkan kunjungan wisatawan asing ke Malaysia yaitu 26 juta.

Arief menyebutkan, investasi di bidang pariwisata saat ini sudah cukup baik. Hingga kuartal III-2014, realisasi pariwisata tercatat US$ 466,904 juta, terdiri dari dengan Penanaman Modal Asing (PMA) US$ 421,400 juta dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) US$ 45,504 juta. (dtc)

Sumber:
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2014/12/11/135030/indonesia-tourism-investment-day-2014-bukukan-investasi-rp-910-miliar/