Thursday, December 11, 2014

Harapan Ketua Umum HIMAPSI FE UNM Periode 2014-2015

terima kasih kepada teman teman akuntansi. khususnya Pendidikan Akuntansi FE UNM yang telah mempercayakan saya menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pendidikan Akuntansi (HIMAPSI) priode 2014-2015, tidak akan saya sia-siakan semua ini.

pertama kita harus memulai langkah dengan niat yang sungguh-sungguh ingin mengawal lembaga sesuai dengan koridor akuntansi yang telah ada dan apapun yang terjadi pada lembaga yang kita cintai ini bisa kita tingkatkan. semoga untuk kedepannya teman-teman akuntansi mengerti
arti profesional dalam lembaga kemahasiswaan terkhususnya akuntansi. Kemarin adalah sejarah, hari ini adalah realita, dan esok adalah impian kita. Kami tidak meminta untuk di lupakan tapi apabila kebahagiaan itu bisa di capai maka lupakan lah kami serta kami tidak meminta untuk dikenang dan apabila kebahagiaan itu bisa di raih dengan mengenang kami maka tidak ada salahnya teman-teman untuk mengenang kami semua akan kami lalui dengan senyuman.

Sumber:

Coming Soon ! Accounting Fair HIMAPSI



Accounting Fair adalah lomba akuntansi tingkat SMA/SMK/MA Sederajat yang merupakan program kerja bidang Penalaran dan Keilmuan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar. Accounting Fair marupakan kegiatan tahunan yang di laksanakan oleh mahasiswa pendidikan akuntansi dan bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan serta menambah pengalaman siswa-siswi dalam bidang akuntansi. Accounting Fair tahun ini akan di garap dengan berbagai item kegiatan yakni Lomba yang merupakan kegiatan inti dan City tour yang merupakan kegiatan tambahan. Dalam kegiatan lombanya terdapat lomba kerja siklus akuntansi yang diperuntukkan untuk individu para siswa dan siswi yang bertujuan untuk melatih skill individu siswa dan siswi. Rangkaian kegiatan selain lomba individu yakni Cerdas Cermat Tim, dimana lomba ini bertujuan untuk melatih siswa siswi mengerjakan soal-soal latihan akuntansi dengan mengandalkan kerja sama anggota tim. selanjutnya yang terakhir item kegiatan mengenai city tour yang akan dilaksanakan dengan mengadakan touring ke pusat kebudayaan, perusahaan dan tampat beribadah yang ada di kota makassar.


Sumber

Berita Politik Hari Ini: Jokowi Tak Bisa Kontrol Partai, Cuma Numpang Ngontrak di PDI-P

Presiden Joko Widodo (kanan) menyapa sejumlah wartawan kepresidenan ketika berjalan memasuki Istana Merdeka di Jakarta, Selasa (21/10).

Berita politik hari ini – Jokowi disebut tidak bisa mengontrol partai yang membentuk Koalisi Indonesia (KIH) pendukungnya. Jangankan untuk koalisi, presiden Joko Widodo diyakini juga bukan ‘tokoh utama’ di PDI Perjuangan. Demikian yang disampaikan oleh pengamat politik Burhanuddin Muhtadi.

Burhanuddin mengambil istilah ‘mengontrak’ untuk gambaran posisi Joko Widodo di dalam partainya sendiri, PDI-P. Meskipun Jokowi adalah kader partai berlambang banteng moncong putih, pihak yang menguasai partai tersebut tetaplah Megawati Soekarnoputri, sang ketua umum.
Disampaikan Burhanuddin Muhtadi seperti dikutip Kompas, “Tidak ada satu pun partai yang dapat dikontrol oleh Jokowi. Sekalipun PDI-P, yang ngontrol bukan Jokowi, tapi pemilik kontrakannya, Megawati. Kalau Jokowi cuma ngontrak saja.”
Burhanuddin mendasarkan argumennya pada pemilihan dan penempatan menteri dalam Kabinet Kerja. Jokowi dianggap sulit melakukan manuver karena ia tidak bisa mengabaikan partai politik yang mengusung dalam pemilihan presiden kemarin. Di satu sisi, kondisi ini juga tantangan bagi sang presiden baru.
“Placing menteri dalam kabinet, Presiden sesuci apa pun dia tidak bisa mengabaikan partai politik. Bidang hukum diisi orang parpol itu mengenaskan. Ini tantangan Jokowi, berhadapan dengan parpol, termasuk pendukungnya sendiri,” ungkap Burhanuddin yang berharap Jokowi punya keberanian untuk mengontrol partai pendukung pemerintah.
Sebelumnya, Jokowi dan JK pernah menjanjikan kabinet ramping sebelum menduduki jabatan presiden dan wakil presiden. Namun ketika jumlah menteri di Kabinet Kerja tetap di atas 30, Joko Widodo menegaskan bahwa jumlah ini tetaplah ramping jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang harus dilayani pemerintahannya.
Sumber:
http://sidomi.com/345514/jokowi-tak-bisa-kontrol-partai-cuma-numpang-ngontrak-di-pdi-p/

Wednesday, December 10, 2014

OJK Dukung Implementasi Buku SAK Diharapkan kuantitas dan kualitas akuntan dapat terjaga dalam menghadapi pasar bebas ASEAN.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung diimplementasikannya buku Standar Akuntansi Keuangan (SAK) per 1 Januari 2015 mendatang. Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad, mengatakan keberadaan buku SAK ini bisa memberikan kualitas dan kuantitas yang baik bagi akuntan Indonesia, terlebih dalam menghadapi pasar bebas ASEAN.


“Kami berharap dapat berdampak pada kualitas dan kuantitas akuntan yang terus dapat terjaga,” kata Muliaman dalam seminar International Financial Reporting Standards (IFRS) di Jakarta, Rabu (10/12).

Menurutnya, standar akuntansi yang berbasis IFRS sangat penting terutama bagi perusahaan yang ingin merambah dunia internasional. Laporan keuangan perusahaan yang ingin go internasional tersebut setidaknya berdasarkan pada standar IFRS, sehingga terjadi kesetaraan dalam penyusunan standar akuntansi oleh akuntan Indonesia dengan luar negeri.

Sebagai asosiasi, keberadaan Dewan Standar Akuntan Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) sangat besar dalam berkontribusi penyusunan SAK ini. Atas dasar itu, lanjut Muliaman, OJK berharap ke depan ada kerjasama lanjutan antara otoritas dengan DSAK-IAI dalam mendukung implementasi buku SAK tersebut.

“Kami berharap ada semacam penandatanganan MoU antara keduanya dalam mendukung implementasi dari Buku SAK ini,” kata Muliaman.

Di tempat yang sama, Ketua DSAK IAI Rosita Uli Sinaga mengatakan salah satu perubahan dari buku SAK adalah terdapatnya proses konvergensi IFRS tahap dua. Misalnya, berkaitan dengan laporan konsolidasi, investasi pada anak perusahaan, investasi pada asosiasi atau saat terjadi joint arrangement (pengaturan bersama).

Dalam seminar ini, kata Rosita, juga akan dibahas mengenai akuntansi untuk menara komunikasi (menara BST) dan akuntansi untuk industri perkebunan. Keduanya dianggap menjadi hambatan besar dalam proses konvergensi standar akuntansi IFRS di Indonesia. Bukan hanya itu, Indonesia juga belum mengadopsi standar akuntansi international untuk agrikultur karena dinilai akan memberatkan perusahaan perkebunan.

“Dua isu ini telah dibahas oleh dewan standar akuntansi internasional (International Accounting Standard Boards/IASB) di London, namun pada hari ini kami mengundang anggota IASB dan dewan standard negara-negara lain untuk berdiskusi langsung dengan para pelaku industri di Indonesia khususnya membahas isu menara komunikasi dan perkebunan,” tutur Rosita.

Anggota Dewan Pengurus Nasional IAI, Ito Warsito, mengatakan berlakunya buku SAK pada 1 Januari 2015 mendatang berarti tinggal sedikit lagi menuju adopsi penuh IFRS. Hal ini merupakan salah satu bentuk komitmen DSAK IAI terhadap kebijakan konvergensi IFRS.

“Ini bentuk komitmen DSAK IAI terhadap kebijakan konvergensi IFRS untuk menuju full adoption,” tutup Ito yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia ini.

Sumber:

http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5488099495ea9/ojk-dukung-implementasi-buku-sak