Wednesday, December 10, 2014

PSSI Ungkap Alasan Enggan Buka Laporan Keuangan

PSSI Ungkap Alasan Enggan Buka Laporan KeuanganPSSI tetap pada pendiriannya untuk tidak membuka laporan keungan ke publik karena mengklaim sudah sesuai aturan organisasi. (CNN Indonesia/Dika Dania Kardi)
JakartaCNN Indonesia -- PSSI tetap pada pendiriannya untuk tidak membuka laporan keuangan ke publik. Direktur Legal PSSI, Aristo Pangaribuan, mengungkapkan alasan kenapa pihaknya bersikeras tidak menggubris keinginan Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI)

Komisi Informasi Pusat (KIP) mengabulkan gugatan FDSI yang meminta PSSI membuka laporan keuangan, Senin (8/12). Di antaranya, PSSI dituntut untuk membuka laporan penjualan tiket pertandingan Timnas, dan hak siar pertandingan Timnas.


Namun, PSSI akan menghadapi keputusan KIP dengan menyatakan keberatan. Rencananya, otoritas sepak bola tertinggi di Indonesia itu akan melakukan keberatan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Aristo mengatakan, PSSI kukuh pada pendiriannya karena taat aturan. Aristo mengaku keputusan PSSI untuk tidak membuka laporan keuangan kepada publik sudah sesuai dengan statuta PSSI.

"Kalau mau, ya statutanya diubah. Selama ini PSSI selalu membuka laporan keuangan kepada anggota melalui kongres. Karena kami mendapatkan dana itu secara swadaya," ujar Aristo saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa (9/12).

"Kalau urusan dana dari APBN, kami siap buka ke publik. Tapi, itu pun jumlahnya sedikit. 2014 pun tidak ada. Kalau dana yang kami dapatkan secara swadaya, kami hanya bertanggung jawab ke anggota," sambungnya.

Aristo menyadari sikap kukuh PSSI akan mendapatkan sambutan negatif. Aristo mengatakan, kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi PSSI.

"Suara-suara negatif pasti ada, saya yakin itu. Justru kasus ini akan membuat PSSI semakin bagus ke depannya. Apakah PSSI akan mengubah statuta? Semua terserah anggota," ucap Aristo.

Berikut ini adalah respons lengkap PSSI terhadap keputusan KIP seperti diumumkan melalui situs resmi PSSI:


- PSSI pada dasarnya menghargai putusan yang telah dikeluarkan KIP. Namun demikian, PSSI menilai pertimbangan-pertimbangan KIP dalam memutuskan banyak yang melanggar hukum acara dan bahkan melanggar peraturan KIP itu sendiri baik secara material maupun secara formal. Oleh karenanya, PSSI menyatakan keberatan atas putusan tersebut, dan akan menggunakan haknya untuk mengajukan keberatan sesuai dengan Pasal 47-49 UU Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No. 2 tahun 2011 mengenai Tata Cara Penyelesaian Sengketa Informasi Publik di Pengadilan;

4. Dengan diajukannya langkah hukum keberatan tersebut maka putusan tersebut belumlah berkekuatan hukum tetap. PSSI yakin, pertimbangan-pertimbangan yang tidak berdasarkan hukum akan diluruskan oleh Pengadilan Negeri di tempat PSSI berdomisili;

5. PSSI merasa perlu melakukan langkah hukum keberatan agar tidak menimbulkan kerancuan hukum di dalam pengelolaan organisasi sepakbola di Indonesia. Banyak pertimbangan-pertimbangan KIP yang tidak berdasarkan hukum antara lain:

i. KIP dalam pertimbangannya menyatakan mengakui jangka waktu permohonan informasi telah lewat, namun KIP mengesampingkan syarat jangka waktu tersebut. Dengan kata lain, pertimbangan KIP melanggar UU KIP dan juga Peraturan Komisi Informasi Publik yang mereka buat sendiri.

ii. Pemeriksaan saksi hanya satu yakni dari Kemenpora. Berkali-kali KIP dalam pertimbangannya menyatakan bahwa Kemenpora melalui Bpk.Yusuf Suparman menyatakan PSSI adalah badan publik sesuai dengan UU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) dan pernah menerima dana dari Kemenpora. Pernyataan ini tanpa diikuti alat bukti pendukung keterangan saksi. Bahwa adalah asas hukum umum yang menyatakan satu saksi bukan saksi (Unus Testis Nullus Testis). Di dalam pemeriksaan saksi tersebut PSSI juga ditinggalkan dan kehilangan kesempatan untuk melakukan eksaminasi. Hak untuk melakukan eksaminasi terhadap saksi adalah hak dasar dan merupakan prinsip hukum (audi et alteram partem).

iii. Rasio hukum dalam pertimbangan KIP seperti “melompat” dan tidak mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di dalam pertimbangannya bahkan KIP menyatakan alat bukti “artikel” media massa sudah cukup untuk menerangkan suatu keadaan. Alat bukti artikel tidak dapat dijadikan dasar untuk melakukan pertimbangan hukum sesuai dengan Pasal 1867 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan 165 HIR.

iv. KIP juga melakukan penafsiran-penafsiran yang nyata-nyata melanggar Undang-Undang. KIP bukanlah badan peradilan yang memegang kekuasaan yudikatif, sehingga tidak mempunyai hak untuk menafsirkan peraturan perundang-undangan, seperti menyatakan PSSI “menerima” dana dari APBN tanpa mengindahkan sistematika pertanggungjawaban dana APBN sebagaimana yang sudah dijelaskan PSSI sebagai termohon.

Bahwa PSSI berpendapat putusan KIP tidak berdasarkan rasio hukum, oleh karenannya PSSI akan mengajukan langkah hukum keberatan. Keterbukaan bagi PSSI bukanlah hal yang haram dilakukan, sepanjang berdasarkan dasar-dasar hukum yang jelas.
(har/har



Sumber :
http://www.cnnindonesia.com/olahraga/20141209122150-142-16907/pssi-ungkap-alasan-enggan-buka-laporan-keuangan/





Tuesday, July 22, 2014

PENGABDIAN TERHADAP MASYARAKAT ADALAH WUJUD KEMANUSIAAN (BAKTI SOSIAL)

Bagi kita semua, pasti sudah tidak asing lagi mendengar kata “baksos” atau yang merupakan kependekan dari “bakti sosial”. Bakti sosial merupakan suatu bentuk kepedulian kepada pihak sosial atau dalam hal ini adalah masyarakat terutama golongan yang berhak untuk menerimanya. Terlebih lagi Kegiatan bakti sosial yaitu sebagai amanah dari kewajiban seorang mahasiswa yaitu pengabdian terhadap masyarakat yang terkandung dalam tri dharma perguruan tinggi. Kegiatan ini wujud dari rasa kemanusiaan antara sesama manusia. Bakti Sosial merupakan suatu kegiatan  dimana dengan adanya kegiatan ini kita dapat merapatkan kekerabatan kita. Bakti sosial diadakan dengan tujuan tujuan tertentu. Bakti sosial antar warga yang dilakukan oleh mahasiswa Akuntansi adalah untuk mewujudkan rasa cinta kasih, rasa saling menolong, rasa saling peduli mahasiswa kepada masyarakat luas yang sedang membutuhkan uluran tangan kita sebagai agent of sosial control.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-GYjEJ7Ue4hZYid7EE8pvHWJyCrCos779rTibsTYRV83NfbGruYbSoBI2gdcQNYrke6RSNcITXihL42zykY-t6ctYGeX3cU1uax7TBRKfEFdigUai_T04TyrwmNjyhe1AzABThp2Wb3U/s1600/IMG_1164.JPG

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikgwQFBwyefBjvMLEGZ_1CX4-Aa5Q5SvLCay4uS9GqAac2Wi2U7bPcXjgfzCheuEvb_kdX59AvevRaJQzBEA0CUk3sdR6_7DG9bBkgjr7u2yNI3bjz4fviEM-wFdyARzCdHvPa4_m1bCA/s1600/IMG_0193.JPG

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDuumZ7oLaKbZTmvFqZ8QECoSQsBNDhmPgzs-GQ1615ERd28_VWeE7tpXHjLTE3C8vCM9pPhykHyKqH5G2CfQQ8KqthDAJHpjQO3NKyLwXUBQO608q9jvPDt7JXo4-BYg4GVsxe8oVvRo/s1600/IMG_0150.JPG

Sebelum membahas lebih dalam catatan tentang baksos 2014 ini, perlu diketahui secara bersama bahwa kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh kebanyakan mahasiswa ini memiliki tujuan, yaitu:
  • Mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai sarana aktualisasi diri mahasiswa untuk membantu sesama. Sebagai sesama umat Tuhan YME seharusnya kita saling membantu dengan sesama. Jika kita punya waktu dan bahan sebagai objek yang bisa kita berikan maka sebaiknya kita berikan hal itu untuk membantu mereka yang membutuhkan. Disamping itu kita semua bisa menggali rasa peduli kita dengan sesama.


  • Memberi motivasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran dalam meningkatkan wawasan. Dengan kita memberikan bakti sosial berupa ilmu atau pun wawasan yang penting bagi kehidupan kita sehari hari misalnya tentang kesadaran menjaga kebersihan maka itu bisa memberikan ilmu yang penting bagi masyarakat, dan itu mengupgrade wawasan pengetahuan mereka. Dengan begitu masyarakat akan sadar akan pentingnya ilmu pengetahuan.


  • Mempererat hubungan kekeluargaan antara sesame mahasiswa dengan masyarakat. Dengan kita berinteraksi dengan masyarakat (misalnya dalam kegiatan bakti sosial ) maka kita bisa saling kenal dan lebih akrab dengan mereka. Sehingga bisa menumbuhkan rasa kekeluargaan dengan masyarakat, kita secara tidak langsung sebanarnya membutuhkan rasa kekeluargaan dengan masyarakat karena kita hidup berdampingan dengan masyarakat luas dan kita pasti membutuhkan pertolongan mereka sewaktu waktu.

Kegiatan ini bersifat plural, artinya banyak rangkaian rangkaian kegiatan di dalamnya seperti, mengadakan lomba lomba, latihan dasar kepemimpinan, kerja bakti, dll. Dengan sajian ini, yakinlah baik itu masyarakat dan mahasiswa akuntansi sendiri akan mendapatkan manfaat yang sangat banyak, dan memberikan bekal kepada pengurus HIMA AK FE UNM tentang bagaimana menjadi sosok yang memiliki rasa kepedulian yang sangat besar, karena tidak semua orang mau untuk melakukan bakti sosial dengan berbagai alasan maka kita seyogianya bisa menumbuhkan rasa mau melakukan bakti sosial mahasiswa kepada masyarakat. Untuk menumbuhkan rasa itu kepada mahasiswa tidak lah mudah, dibutuhkan suatu kemauan dasar dan animo dari diri mahaiswa itu sendiri disamping adanya faktor pendukung dari lingkungan untuk mengajaknya bergabung dalam kegiatan bakti sosial tersebut.

Kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini memberikan kontribusi besar berupa pengetahuan kepada pengurus maupun panitia, namun hanya sebagian yang berjalan dengan konsep yang telah direncanakan sebelumnya, kegiatan ini dilaksanakan di Desa Barangmamase, Kec. Sajoanging, Kab. Wajo, di daerah yang sangat jauh ini secara adaptif hubungan para pegurus dan peserta baksos pun sangat erat dibanding sebelumnya dan pengalaman serta wawasan mereka pun bertambah di bidang sosial. Pengurus dan panitia mampu beradaptasi dengan baik dengan masyarakat sehingga dengan itu masyarakat mulai anak anak, pemuda bahkan orang tuanya memiliki antusias yang sangat besar terhadap kegiatan kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus melalui bakti sosial ini.


Kepanitiaan yang dipimpin oleh saudara Umar ini telah memberikan komitmen yang tegas bahwa dia bersama teman teman kepanitiaan yang lain memiliki tekad yang kuat untuk dapat melancarkan kegiatan bakti sosial ini, pada realitasnya pun sangat sesuai dengan apa yang kita harapkan, antusiame dari masyarakat sangatlah fleksibel, bahkan konsumsi kepanitiaan sangat dipermudah dengan banyaknya bantuan dari masyarakat mulai dari makanan ringan maupun berat, tetapi hal tersebut tidak membuat kepanitiaan terlena sehingga teman teman kemudian tidak berusaha untuk berjuang secara mandiri, usaha serta kerja keras memberikan stimulasi kepada mahasiswa untuk terus memberikan kesan terbaik selama berada di desa barangmamase ini. Karena dengan memanifestasikan hal hal positif berupa perhatian kepada masyarakat kecil maka niscaya kita sebagai mahasiswa yang notabenenya sebagai agen of sosial control menjunjung tinggi yang namanya bhineka tunggal ika. Adapun yang menjadi substansialnya adalah ilmu dan pengalaman yang telah teman teman dapatkan pada kegiatan baksos selama satu minggu lamanya itu merupakan implementasi dan harus ada realisasinya dalam kehidupan sehari hari. 

Sunday, June 22, 2014

MENGHARMONISASIKAN AKUNTANSI (ACCOUNTING CAMP)

Menjalankan organisasi  cukup membuat badan dan pikiran menjadi lelah, belenggu yang selama ini menjadi benak yang terpendam. Olehnya itu, sebuah kegiatan yang menjadi solusi agar goresan goresan hati dan pikiran ini pun dapat terefresh menjadi hati dan pikiran yang segar. 

Kegiatan Accounting camp yang dilaksanakan oleh pengurus HIMA AK FE UNM ini menjadi agenda tahunan untuk akuntansi sebagai ajang dan moment untuk melekatkan tali persaudaraan sekaligus menjadi solusi buat teman teman fungsionaris lembaga dan mahasiswa akuntansi yang selama ini berjalan di atas belenggu tekanan yang mendidik. Kegiatan yang memiliki sifat alami ini menjadikan mahasiswa akuntansi mendapatkan banyak pengalaman serta pembelajaran dari makna ” satu rasa” yang sudah melekat di dalam hati anak akuntansi, selain mempererat silaturrahim accounting camp menjadi bahan untuk mengevaluasi pekerjaan selama ini yang telah dijalani dan meninjau kembali program-program yang akan dilaksanakan agar mendapat hasil yang memuaskan. Idealnya kegiatan ini merupakan program kerja yang bertujuan secara umum terhadap pengurus dan masyarakat akuntansi ialah mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa mahasiswa Akuntansi FE UNM. Secara lebih terkhusus terhadap panitia pelaksana dan pengurus bertujuan untuk menciptakan keharmonisandan kerja sama antar pengurus HIMA AK FE UNM Periode 2013-2014 yang terdiri dari (HIMAPSI, HIMA AKSI, HIMADIPA), serta pengurus lembaga dengan masyarakat akuntansi secara umum. Dilihat dari segi tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini telah terjalin komunikasi-komunikasi antar pengurus dengan non pengurus. Namun, yang lebih terlihat ialah kekompakan antar masyarakat Akuntansi FE UNM baik itu pengurus maupun non kepengurusan bahkan senior senior akuntansi karena mereka menjadikan Accounting Camp 2014 ini sebagai ajang kerja sama dan media rekreasi bagi mereka.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-VaWgNvcKigA4kjOpQiyjNK9ar-n75vyhDFifzmHgrR24nhueauQJfYQf5kthaICU2mCL-KNbrjqfdWi9udZjTrOCCwWUQn1WdMT2SqcVlvOIA-5bChhMMo72sxp1_nV2bgV74Rs1HF4/s1600/IMG_7710.JPG

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGXy3-2HKCBcYbzXY7VVmgtCrDcK7-aVX-Wl1vU-Ao1TGtlWHzxDSMQiF7V3zsWI1aP0MEH_n_z_D20FdsYOzQbwGck4v05nTR6dTh9Jdha7hVwvlAmfV_bzLATWtbXo75PUTn78wlbIs/s1600/IMG_7815.JPG
Achmad Zulvikar menjadi motor penggerak kepanitiaan accounting camp ini, salah satu kepanitiaan yang mengkolaborasikan antara tiga Himpunan ini yaitu Himapsi, Hima Aksi, dan Himadipa ini menjadi ajang pemersatu terhadap teman teman yang ingin membangun jiwa emosionalnya melalui kebersamaan ini, dengan kebersamaan maka muncul yang namanya persahabatan, dan dengan persahabatan maka akan menjadi tembok yang kokoh bernama persaudaraan, artinya melalui kebersamaan yang di intensifkan maka akan membuahkan hasil persaudaraan, seperti semboyan dari ibu akademik kita ”akuntansi, tidak sedarah tapi lebih dari saudara”, keren toh?.

Cerita suka maupun duka semuanya tertuangkan dalam kegiatan ini, ada banyak rangkaian acara yang membangun sifat nasionalisme akuntansi, senior senior yang galak galak, semuanya fleksibel di kegiatan ini, mengapa demikian? Karena mereka sadar bahwa adik adik mereka yang merupakan regenerasi, kalianlah yang akan menjadi pionir pelanjut cerita di akuntansi, dengan tekad yang kuat, niscaya kejayaan akuntansi akan terus berdiri kokoh sekalipun hambatan dan tantangan apapun datang menghampiri.


Next, kegiatan yang memberikan arti begitu dalam, kepanitiaan yang ditantang untuk berproses secara alami ini tetap yakin dengan semangat kesatuan dan persatuan kepanitiaan, mereka dapat menyukseskan kegiatan ini, selain itu dampak dari kegiatan ini pun sangat terasa, tak lain dan tak bukan adalah ikatan emosional yang kuat, rasa saling memiliki, saling melindungi, saling berbagi, dan rasa saling sepnanggungan kini mulai dirasakan oleh kepanitiaan dalam hal ini adik adik neraca 2013 dari pendidikan akuntansi, akuntansi murni, dan diploma tiga akuntansi. Mereka menyadari bahwa implikasi dari kegiatan ini yaitu mereka asalnya hanya dari AKUNTANSI, tidak ada pendidikan akuntansi, akuntansi murni, diploma tiga akuntansi, inilah yang kami harapkan, bahkan senior senior sangat mengharapkan sampai kita memiliki generasi selanjutnya, kita tidak mau perjuangan sampai menuju kejauaan seperti sekarang itu putus hanya karena tidak adanya penyambung kisah, olehnya itu sampai kapanpun harus kita tanamkan dalan hati kita semua bahwa akuntansi memiliki pluralitas, dan dengan itu akuntansi kuat wujudnya.

Saturday, March 29, 2014

OPTIMALISASI PERAN MAHASISWA UNTUK KEBANGKITAN BANGSA (TRAINING AUDIT, INVESTIGASI, DAN ADVOKASI)

Tema yang di angkat dari keadaan kekinian suatu invidualitas yang sudah mengalami stagnasi yang sangat parah, tema yang sangat menyentuh dan membangkitkan jiwa yang penuh semangat, membara, kritis, berani, kuat. Tema yang akan mendongkrak suatu individu untuk merevitalkan gerakan. Seperti itulah hasil yang diciptakan dari tema “Optimalisasi Peran Mahasiswa untuk Kebangkitan Bangsa”, tema yang mengguncang hati dan pikiran ini merupakan tema dari kegiatan Training Advokasi, Investigasi, dan Audit.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGW-lPeTJQsAi_GJTwFO94O5dzWJxFaKSIsmeccy5Uf9Hoo4CuPp_hJB7rHP4kCw5HUSYpUTMgA3ZdqKboVCm9Xx0mTlpcILN8e3PmfUtV4AQDw0StDgLqQ9fTWONbLoBB0ie4AB5zTOE/s1600/IMG_0094.JPG

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGDpFyfDuxd7OBHmOKjK2MFPSzNZRnq7yGrNDOsVSnXLkdj4eppJox0me8kdz2kfUr1b242QVE_0WMI1IXk7KKbzdOv9DUSPPypF0NIrzt20yFjx4JarjTKc2dC0W9YKdXufLk13fFwLM/s1600/IMG_0544.JPG

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6Oo4NZlGe-ljXuUxLv7VYwchDyU5bSeo5YTXrY91ZslIK8evHMjl_LqlvXMp7Z-wxgJ4aiEtVgTG_TbsVpeBoCDzw1tPM6wVxJBrknPWwXAj2xl-aFlp2O9tLnId-pwe3xhjJKQ5mLf0/s1600/IMG_1012.JPG

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghezNPn1c0hxKbbj8AUOzc0rxhz9n_biHVnU3ENAmdWRJDQsddlyV2wJNbkClIoD3_Xz3pEOdOmEEcBlq6In61RCx-Be2tZSjyvu_7WYXt21xJZSXyi3C9EpF78WoA2PW9ugydfi__C1A/s1600/IMG_0503.JPG

Secara Secara simbolis atau legitimasi, menjadi seorang mahasiswa tentunya memiliki identitas, yaitu seseorang yang mengikuti perkuliahan pada jenjang perguruan tinggi melalui bukti secara legitimasi yaitu memiliki kartu mahasiswa. Sedangkan secara filosofis, dimana seseorang yang ingin mencari jati diri yang sebanarnya, bagaimana cara agar karakternya terbentuk, kepribadian sampai dari kecerdasannya terbentuk, itulah penanda seorang mahasiswa. Menjadi seorang terpelajar besar tentunya kita di tuntuk untuk kemudian menjadi orang rasional, analisis, kritis, universal, dan sistematis. Dalam proses pengembangan individualitas, himpunan tak henti hentinya memberikan kontribusi berupa terobosan yang di kemas sedemikian rupa menjadi wadah pengembangan potensi dari segala hal dan bidang apapun, tergantung pada individu seseorang apakah pengembangan ingin sebenarnya di rasakan atau hanya merupakan sebagai pemanis mulut. 

Kegiatan Training Advokasi, Investigasi, dan Audit ini menjadi ajang pemersatu di kalangan akuntansi, dimana kegiatan ini memiliki bobot dan bibit bibit unggul di dalamnya, selain materi yang sangat bermanfaat untuk semua pengurus HIMA AK FE UNM, di lain sisi pula dapat tercipta kader kader penerus bangsa yang kuat sebagai mana yang disebutkan di atas rasional, analisis, kritis, universal, dan sisitematis. Kegiatan yang memberikan dampak positif dari dalam diri berupa potensi untuk menjalani masa depan yang lebih baik.

Kegiatan ini menjadi awal bekal untuk pengurus menciptakan jiwa jiwa militansi, baik itu dalam gerakan aksi, maupun di dalam keseharian, kegiatan ini mencorehkan kisah terhadap semua pengurus. Tiga hari pasca kegiatan ini, pengurus langsung mengaplikasikannya di lingkungan kampus, sehubungan dengan adanya problematika di Fakultas ekonomi UNM persoalan tidak adanya transparansi dana UKT (Uang Kuliah Tunggal) dari pimpinan Fakultas dan Universitas, maka dari itu teman teman pengurus berusaha untuk mengkawal permasalahan tersebut dengan terapan terapan ilmu yang sudah didapatkan di kegiatan T.A.I.A ini.

Adapun kondisi kegiatan Training Advokasi, Investigasi, dan Audit ini yang dikutip dari Laporan Pertanggung Jawaban Bidang advokasi sebagai berikut;
Program kerja ini merupakan suatu kegiatan yang bertujuan sebagai wadah untuk pelatihan dan pengembangan tentang teknis-teknis audit, investigasi, dan advokasi yang dipatokkan khusus kepada pengurus Lembaga Kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar ( LK HIMA AK FE UNM ) periode 2013-2014. Dalam kesepakatan rapat kerja, kegiatan ini dilaksanakan satu kali dalam kepengurusan.

Kegiatan ini pun telah dilaksanakan pada :
 Tanggal  :28-30 Maret 2014
 Tempat   :Rumah adat Jeneponto, Benteng Somba Opu, Kab. Gowa.
 Tema      :Optimalisasi Peran Mahasiswa Untuk Kebangkitan Bangsa
   
NO MATERI  
1 Tehnik Advokasi dan Investigasi
2 Manajemen Aksi dan Propaganda
3 Tehnik Audit    
4 Tehnik Lobi dan Negosiasi

5 Problem Solving